Survei IDM: Jumlah Pelanggan Ponsel Terus Meningkat
Survei IDM: Jumlah Pelanggan Ponsel Terus Meningkat
Jakarta, Pelita
Indonesia Development Monitoring menyatakan pasar seluler Indonesia sangat atraktif. Diprediksi, jumlah pelanggan telepon seluler (ponsel) diperkirakan mencapai 80,7 juta, dan puncak pertumbuhan terjadi pada 2006-2007 yakni dari 67,2 juta ke 72,7 juta pelanggan.
Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif IDM, Ir Munathsir M, saat menjelaskan hasil survei IDM mengenai pengguna Jasa Telekomunikasi Seluler terhadap Kepuasan dan Tingkat Tarif Seluler, di Jakarta, Senin (13/8).
Dalam survei yang dilakukan di 33 Provinsi dengan melibatkan 1227 responden (pelanggan pra bayar dan pelanggan pasca bayar), dilakukan dalam rangka mengukur tingkat kepuasan pengguna telepon seluler terhadap tarif operator seluler dalam persaingan di sektor telekomunikasi seluler di Indonesia.
Survei yang menggunakan metode multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan kurang lebih 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 97 persen tersebut, IDM mengambil empat operator sebagai bahan penelitian yakni Telkomsel (Tsel), Indonesat (Isat), Ekcelcomindo Pratama (XLcom), dan Hutchison CP Telecommunication (Hcp3).
Menurut Munatshir, berdasarkan survei tersebut responden dari empat perusahan telekomunikasi itu merasa puas atas layanan dan tarif yang dirasakan selama ini. Hal itu dikarenakan mereka menilai masih dalam kewajaran dan cenderung tarif yang disajikan para operator tidak mahal.
Terbukti dalam survei ini responden tidak ada yang merasa dirugikan dengan tarif yang dikenakan operator. Ini dapat dibuktikan, terutama pada pengguna jasa telekomunikasi seluler prabayar, jelasnya.
Dalam survei tersebut dinyatakan sebesar 71 persen responden menyatakan puas terhadap tarif SMS (pesan singkat) jenis kartu pra bayar. Untuk produk Indosat, responden yang merasa puas dengan tarif itu sebesar 64 persen.
Sedangkan responden pengguna produk XL yang merasa puas sebesar 54 persen, dan terakhir responden pengguna produk Hcp 3 yang merasa puas sebesar 38 persen, ungkapnya.
Sementara tingkat kepuasan responden untuk jenis kartu pasca bayar untuk pengguna produk telkomsel sebesar 78 persen. Untuk pengguna produk Indosat 75 persen, pengguna produk XL 69 persen, dan Hcp3 11,5 persen.
Mengenai kewajaran terhadap starterpack tarif dari setiap operator seluler pada jenis kartu pra bayar, dalam survei IDM juga terungkap mayoritas responden pengguna produk dari empat perusahaan telekomunikasi di Indonesia merasa wajar.
Disamping itu, lanjut Munathsir, hampir seluruh responden merasa tidak mahal ketika ditanyakan mengenai perbandingan tingkat tarif terhadap performance layanan dari setiap operator.
Misalnya, responden pengguna produk telkomsel sebanyak 75 persen merasa tarif tidak mahal, dan untuk pengguna produk Indosat sebanyak 80 persen merasa tidak mahal.(ay)
» Leave a comment
- Your E-mail address is never displayed. If you enter it, it will only be visible to the blog author
- The line and paragraph breaks automatically